Bahaya Sekali, Kekurangan Vitamin C Bisa Mengganggu Kesehatan

Vitamin C merupakan nutrisi penting yang bermanfaat untuk memperbaiki jaringan tubuh, membantu penyerapan zat besi, serta menjaga kesehatan kulit, pembuluh darah, dan tulang. Kekurangan vitamin C berpotensi menimbulkan beragam masalah kesehatan, mulai dari gusi sering berdarah hingga penyakit jantung.


Mengingat vitamin C (asam askorbat) memiliki banyak fungsi penting bagi kesehatan, setiap orang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin C-nya setiap hari.

Laki-laki dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi kurang lebih 90 mg vitamin C per hari. Sedangkan wanita dewasa, sekitar 75-85 mg per hari. Sementara pada anak-anak hingga remaja, asupan vitamin C yang dianjurkan adalah sekitar 50-75 mg per hari.

Bahaya Sekali, Kekurangan Vitamin C Bisa Mengganggu Kesehatan

Dampak Kekurangan Vitamin C
Kekurangan vitamin C biasanya terjadi akibat pola makan yang kurang sehat (jarang mengonsumsi buah dan sayur), atau karena gangguan penyerapan vitamin C di dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat terjadi jika tubuh kekurangan vitamin C:

1. Masalah kulit


Tubuh membutuhkan vitamin C untuk memproduksi kolagen, yaitu protein yang membentuk lapisan kulit dan jaringan ikat tubuh.

Kurang asupan vitamin C akan menurunkan kadar kolagen dalam tubuh, yang kemudian berpotensi menimbulkan berbagai masalah pada kulit, misalnya kulit kasar dan kering. Kurang vitamin C juga dapat membuat kuku menjadi rapuh, bergaris putih, dan tampak ada titik-titik merah.

2. Luka sulit sembuh


Selain memelihara kesehatan kulit, kolagen juga berperan penting dalam proses penyembuhan luka. Oleh karena itu, kekurangan vitamin C akan membuat luka lebih sulit sembuh. Selain itu, kekurangan vitamin C juga membuat luka lebih rentan terkena infeksi.

3. Mudah memar


Kekurangan vitamin C dapat membuat pembuluh darah mudah pecah karena berkurangnya jumlah kolagen. Akibatnya, darah bocor ke area sekitarnya dan menyebabkan memar. Mudah memar merupakan salah satu gejala yang umum terjadi akibat kurangnya asupan vitamin C.

4. Tubuh mudah lelah


Sama seperti mudah memar, tubuh terasa lemas juga merupakan salah satu gejala kekurangan vitamin C. Pasalnya, kekurangan vitamin C dapat menggangu proses pengubahan lemak menjadi energi di dalam tubuh, serta mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi.

Kekurangan vitamin C yang memiliki sifat antioksidan ini juga dapat membuat mood mudah berubah.

5. Gusi mudah berdarah dan gigi copot


Vitamin C turut berperan dalam menjaga kesehatan gusi dan gigi. Kekurangan vitamin C akan membuat gigi rentan copot dan gusi mudah berdarah.

Bagi orang yang memang sudah memiliki masalah kesehatan gigi dan gusi sebelumnya, gangguan yang terjadi di mulut akibat kekurangan vitamin C bisa lebih parah. Pada beberapa kasus, kekurangan vitamin C membuat gusi berwarna ungu gelap.

6. Berat badan naik


Terdapat penelitian yang mengemukakan bahwa rendahnya kadar vitamin C dalam tubuh dapat meningkatkan pembentukan lemak, terlebih di perut. Akibatnya, risiko obesitas pun akan meningkat.

7. Sistem kekebalan tubuh lemah


Beberapa penelitian menemukan bahwa kurangnya asupan vitamin C dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi, seperti flu dan pneumonia.

8. Nyeri sendi


Kurangnya asupan vitamin C diyakini dapat menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan pada sendi. Bahkan di kasus yang parah, gangguan pada sendi ini bisa menyebabkan penderitanya sulit untuk berjalan.

9. Skorbut


Skorbut atau scurvy adalah kondisi yang dapat terjadi apabila tubuh mengalami kekurangan vitamin C yang parah. Kondisi ini dapat dikenali dengan munculnya gejala berupa tubuh lemas, nafsu makan hilang, mual, diare, dan demam.

Jika tidak diobati, skorbut berpotensi mendatangkan penyakit yang berbahaya, seperti penyakit jantung. Bahkan kemungkinan terburuknya, skorbut yang tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan kematian.

Selain beberapa penyakit di atas, kekurangan vitamin C juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan gangguan mata terkait penuaan (degenerasi makula).

Guna menghindari berbagai penyakit di atas, usahakan untuk sering mengonsumsi makanan sumber vitamin C sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Bila perlu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin C. Untuk menentukan jenis makanan dan suplemen yang sesuai, Anda bisa konsultasikan lebih lanjut dengan dokter gizi.

Bahaya Efek Samping Rokok Elektrik

Banyak yang menganggap bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok biasa. Nyatanya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Meski tidak menghasilkan asap berbahaya seperti rokok biasa, bukan berarti rokok elektrik tidak memiliki efek samping.


Sebagian rokok elektrik atau vape memiliki bentuk yang serupa dengan rokok. Walaupun demikian, cara pemakaiannya berbeda. Rokok biasa harus dibakar secara langsung untuk menghasilkan asap. Sedangkan pada vape, pemanasannya dilakukan untuk menguapkan cairan di dalam tangki alat, hingga menghasilkan asap.

Bahaya Efek Samping Rokok Elektrik

Beragam Efek Samping Rokok Eletrik
Penggunaan rokok elektrik telah menjadi kontroversi di antara para perokok. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa rokok elektrik dapat membantu menghentikan kebiasaan merokok, serta banyak klaim yang menyebut rokok eletrik lebih aman dibandingkan rokok biasa.

Benar atau tidaknya klaim tersebut belum dapat dipastikan, karena penelitian yang mengkaji dampak penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang masih belum banyak dilakukan.

Itulah sebabnya Anda perlu berhati-hati jika ingin beralih ke rokok jenis ini sebagai cara untuk berhenti merokok. Dampak negatif rokok elektrik belum tentu lebih sedikit daripada rokok biasa. Berikut ini adalah beberapa efek samping dari rokok elektrik yang perlu Anda ketahui:

1. Meningkatkan risiko penyakit darah tinggi, diabetes, dan sakit jantung


Sebagian besar cairan yang dipakai untuk rokok elektrik mengandung zat nikotin. Beberapa kondisi yang dapat muncul akibat penggunaan nikotin dalam jangka panjang adalah naiknya tekanan darah dan denyut jantung, serta peningkatan risiko terkena resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

2. Meningkatkan risiko kanker


Sebagian merek cairan untuk rokok elektrik mengandung formaldehida yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, beberapa bahan dasar cairan ini, seperti propelin glikol dan gliserol, juga bisa berubah menjadi formaldehida jika dipanaskan. Hal ini membuat penggunaan rokok elektrik dianggap dapat meningkatkan risiko munculnya kanker, seperti kanker paru-paru.

3. Meningkatkan risiko kerusakan paru-paru


Aroma lezat yang dihasilkan oleh rokok elektrik berasal dari zat berbahaya yang bernama diasetil. Jika terhirup, zat ini akan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada paru-paru, dan berisiko mengakibatkan penyakit bronchiolitis obliterans (paru-paru popcorn).

Bronchiolitis obliterans adalah penyakit paru-paru langka, di mana bronkiolus atau saluran napas terkecil dalam paru-paru mengalami kerusakan permanen.

4. Menurunkan daya ingat pada anak-anak


Rokok elektrik sangat populer digunakan di kalangan remaja dan dewasa muda. Beberapa penelitian sejauh ini mengungkapkan bahwa kandungan nikotin dalam rokok elektrik dapat membuat anak remaja menjadi lebih aktif.

Namun bila digunakan dalam jangka panjang, kandungan nikotin ini dapat mengganggu daya ingat dan konsentrasi, terutama bila pengguna rokok elektrik juga menggunakan rokok biasa, atau mengonsumsi alkohol dan narkoba.

5. Menyebabkan kecanduan


Efek samping lain yang bisa ditimbulkan dari rokok elektrik adalah rasa kecanduan. Berhenti menggunakan rokok elektrik dapat membuat penggunanya mengalami stres, mudah marah, gelisah, dan sulit tidur .

Bahaya lainnya yang juga perlu diperhatikan, ada beberapa laporan yang menyatakan bahwa alat di dalam rokok elektrik dapat terbakar atau bahkan meledak bila beterainya terlalu panas.

Jika dibandingkan asap rokok biasa, asap rokok elektrik memang dianggap lebih aman bagi perokok pasif, karena kadar zat beracun dan bahan iritan di dalamnya lebih rendah. Meski demikian, asap rokok elektrik tetap bisa menyebabkan iritasi mata, batuk pilek, sesak napas, dan pusing, bila terhirup oleh orang-orang di sekitarnya.

Efek samping rokok elektrik sejauh ini masih belum diketahui secara pasti, sehingga tetap perlu diwaspadai karena mungkin saja lebih buruk daripada rokok biasa. Bagaimanapun, tidak merokok sama sekali tentu lebih baik. Jika Anda mengalami kesulitan untuk berhenti merokok, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

Fakta Arbutin, Bahan Pemutih yang Aman untuk Kulit Anda

Tidak sedikit wanita yang menggunakan beragam produk kecantikan untuk membuat kulitnya putih, mulus, dan bercahaya. Salah satu bahan pemutih kulit yang aman digunakan adalah arbutin.


Arbutin merupakan turunan hydroquinone yang sangat efektif sebagai pengobatan topikal atau oles untuk mengatasi hiperpigmentasi kulit. Itulah alasan arbutin sering dijadikan bahan utama dalam berbagai produk perawatan kulit untuk memutihkan, mengatasi bercak hitam dan kulit kusam.

Fakta Arbutin, Bahan Pemutih yang Aman untuk Kulit Anda

Asal Mula Arbutin dan Ragam Manfaatnya
Arbutin berasal dari daun kering pada beberapa spesies tanaman yang berbeda, termasuk bearberry, blueberrry, cranberry, dan pohon pir. Arctostaphylos uva ursi atau dikenal dengan bearberry adalah tanaman sejenis semak yang berkembang di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Selain sebagai pemutih kulit, daun tanaman ini juga digunakan dalam produk obat-obatan untuk mengatasi infeksi saluran kemih, cystitis, dan batu ginjal.

Senyawa aktif di dalam arbutin sangat efektif dalam menghambat pembentukan melanin (pigmen pemberi warna pada kulit). Semakin banyak melanin, semakin gelap pula warna kulit. Oleh karena itu, arbutin dianggap sebagai bahan pemutih kulit yang efektif.

Maka tak heran jika dibandingkan dengan bahan pemutih kulit lain, arbutin menjadi salah satu bahan pemutih kulit yang paling banyak direkomendasikan di seluruh dunia.

Cara Menggunakan Krim Pemutih Kulit dengan Aman
Sebelum menggunakan krim pemutih kulit, termasuk yang mengandung arbutin, perlu dipahami bahwa ada kemungkinan krim tersebut juga mengandung bahan lain. Oleh karena itu, sebaiknya baca dengan cermat label kemasan. Pastikan tidak ada kandungan berbahaya di dalamnya, seperti merkuri.

Berikut ini adalah cara aman menggunakan krim pemutih kulit:

*Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan krim pemutih kulit, demikian juga setelahnya.
*Gunakan krim pemutih kulit 1-2 kali dalam sehari hanya pada area kulit yang gelap, baik itu di   lengan atau wajah.
*Hindari mengoleskan krim pemutih kulit di sekitar mata dan mulut.
*Hindari kontak langsung atau bersentuhan kulit orang lain setelah menggunakan krim pemutih kulit.
*Selalu ikuti petunjuk pemakaian krim pemutih kulit yang tercantum pada kemasan.

Agar hasil pemutihan kulit maksimal, Anda juga perlu menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, serta menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yag cukup, berhenti merokok, mengelola stres dengan baik, dan mencukupi waktu tidur yang ideal.

Menggunakan krim pemutih kulit yang mengandung arbutin memang aman, namun akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter kulit. Tanyakan kepada dokter, jenis krim pemutih apa yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda, guna menghindari dampak buruk pemutih kulit.

Inilah 7 Jenis Buah yang Baik Dikonsumsi Ibu Hamil

Buah merupakan salah satu sumber nutrisi yang sehat untuk ibu hamil. Tapi Bumil mungkin bingung, buah mana yang baik untuk dikonsumsi? Nah, supaya tidak bingung lagi, yuk, simak penjelasan berikut mengenai jenis buah yang baik untuk ibu hamil.


Nutrisi dalam buah memang sangat beragam, seperti vitamin C, beta-karoten, asam folat, kalium, dan serat. Nutrisi-nutrisi tersebut berperan penting untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Oleh karena itu, Bumil disarankan untuk mengonsumsi sekitar 2-4 porsi buah per hari.

 Inilah 7 Jenis Buah yang Baik Dikonsumsi Ibu Hamil

Beragam Buah yang Disarankan untuk Ibu Hamil
Berikut ini adalah beberapa jenis buah yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil:

1. Mangga



Mangga merupakan buah yang kaya kandungan vitamin A dan C. Kandungan vitamin A dalam mangga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah munculnya komplikasi pada janin. Selain itu, hanya dengan mengonsumsi satu mangkuk mangga, Bumil sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin C dalam sehari.

2. Apel



Serat, vitamin A, vitamin C, dan kalium merupakan nutrisi andalan di dalam buah apel, yang sangat baik untuk ibu hamil. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa risiko terjadinya asma dan alergi lebih rendah pada bayi dari ibu yang rutin mengonsumsi apel selama hamil.

3. Pisang



Pisang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena mengandung banyak kalium dan kalori. Kalium di dalam pisang dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, serta membantu kerja otot dan penghantaran sinyal saraf. Selain itu, pisang juga sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil yang sering mengalami morning sickness dan sembelit.

4. Alpukat



Dibandingkan buah lain, alpukat memiliki lebih banyak kandungan asam folat. Selain itu, alpukat juga sumber vitamin C, vitamin B, vitamin K, serat, kolin, dan magnesium. Mengonsumsi alpukat selama kehamilan bermanfaat untuk mengurangi keluhan kaki kram dan morning sickness, serta mendukung perkembangan otak janin.

5. Jeruk



Jeruk kaya akan vitamin C, asam folat, dan serat. Kandungan vitamin C pada jeruk bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel dan membantu penyerapan zat besi.

Selain itu, kandungan air yang cukup tinggi di dalam buah jeruk dapat menghindarkan Bumil dari dehidrasi selama kehamilan.

6. Nanas



Nanas banyak dihindari ibu hamil karena dianggap dapat menyebabkan perdarahan dan keguguran. Namun, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa nanas membahayakan kehamilan.

Kandungan enzim bromelain dalam nanas memang bisa memicu kontraksi jika dikonsumsi terlalu banyak, namun tidak sampai memicu persalinan.

Nanas justru kaya akan vitamin C, vitamin B6, asam folat, zat besi, dan magnesium yang baik untuk kehamilan serta janin. Meski demikian, hindari mengonsumsi nanas secara berlebihan.

7. Buah yang dikeringkan



Buah kering umumnya memiliki rasa yang manis, dan sangat praktis untuk dijadikan camilan bagi ibu hamil. Selain itu, mengonsumsi buah kering selama hamil dipercaya dapat mencegah infeksi saluran kemih. Jenis buah kering yang bisa Bumil pilih antara lain adalah ceri dan beragam jenis buah beri.

Sebelum mengonsumsi buah-buahan di atas, pastikan Bumil sudah mencucinya hingga benar-benar bersih. Gosok permukaan buah dengan sikat dan air mengalir selama beberapa saat.

Jika buah-buahan tersebut dirasa belum cukup memenuhi nutrisi selama hamil, Bumil dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan guna mendapatkan saran mengenai jenis asupan nutrisi lain yang dibutuhkan.

Bahaya Hydrops Fetalis, Kondisi yang Dapat Mengancam Nyawa Bayi

Hydrops fetalis adalah kondisi di mana terdapat pembengkakan parah pada dua atau lebih bagian tubuh bayi dalam kandungan atau yang baru lahir, misalnya pada organ paru dan jantung. Kondisi ini termasuk kondisi berbahaya yang dapat mengancam nyawa bayi.


Beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki angka kasus hydrops fetalis yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara di Eropa dan Amerika. Hal ini disebabkan oleh masih tingginya frekuensi kasus thalasemia alfa, salah satu penyakit yang memengaruhi kemunculan hydrops fetalis.

Bahaya Hydrops Fetalis, Kondisi yang Dapat Mengancam Nyawa Bayi

Jenis Hydrops Fetalis Sesuai Penyebabnya
Terdapat dua jenis hydrops fetalis, yaitu imun dan non-imun. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasannya:

Hydrops fetalis imun
Kondisi ini terjadi akibat ketidakcocokan rhesus, yaitu saat rhesus darah ibu hamil negatif dan rhesus darah bayi di kandungannya positif.

Ketidaksesuaian tersebut membuat sistem kekebalan tubuh tubuh ibu hamil menganggap sel darah bayi sebagai benda asing yang perlu dihancurkan. Pada kasus yang parah, dapat terjadi penimbunan cairan yang parah pada tubuh bayi hingga mengganggu fungsi organnya. Kondisi ini disebut hydrops fetalis.

Namun, hydrops fetalis imun dapat dicegah dengan deteksi dini saat ibu hamil menjalani pemeriksaan kehamilan. Jika terdapat ketidakcocokan rhesus darah ibu dengan bayi, ibu akan diberikan Rh immunoglobulin

Hydrops fetalis non-imun
Hydrops fetalis non-imun merupakan jenis hydrops fetalis yang paling umum, mencakup sekitar 90% kasus. Kondisi ini disebabkan oleh adanya penyakit tertentu yang mengganggu kemampuan tubuh bayi untuk mengontrol kadar cairan tubuhnya.

Penyakit yang bisa menyebabkan hydrops fetalis adalah kelainan darah, seperti anemia parah dan thalassemia; cacat bawaan lahir, misalnya penyakit jantung bawaan; kelainan genetik, seperti sindrom Turner; serta gangguan metabolik, infeksi, atau tumor.

Tanda-Tanda Bayi Menderita Hydrops Fetalis
Pada masa kehamilan, hydrops fetalis dapat dikenali dari cairan ketuban terlalu banyak atau kurang, gerakan bayi kurang aktif, penebalan abnormal pada plasenta, dan pembesaran beberapa organ bayi, seperti pada jantung, hati, paru, atau limpa. Tanda-tanda ini dapat diketahui lewat pemeriksaan USG.

Sedangkan pada bayi yang baru lahir, hydrops fetalis dapat dikenali dengan beberapa tanda berikut:

*Kulit pucat.
*Bercak-bercak memar di kulit.
*Pembengkakan parah, terutama pada perut.
*Pembesaran hati dan limpa.
*Sulit bernapas.
*Kulit dan mata tampak kuning (jaundice).
Bayi dengan hydrops fetalis memiliki risiko lebih tinggi untuk terlahir prematur. Risiko kematian bayi akan meningkat jika hydrops fetalis terjadi pada bayi prematur disertai beberapa kondisi lain, seperti kelainan jantung bawaan, cacat bawaan lahir, dan pembengkakan paru yang menyebabkan bayi sulit benapas.

Penanganan Hydrops Fetalis
Penanganan hydrops fetalis sulit untuk dilakukan selama bayi masih dalam kandungan. Namun dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan transfusi darah kepada janin, khususnya janin yang mengalami anemia, untuk meningkatkan kemampuannya bertahan hidup.

Dokter juga mungkin akan memberikan obat antiaritmia, jika janin dengan hydrops fetalis memiliki kelainan irama jantung (aritmia).

Bila memungkinkan, bayi dengan hydrops fetalis akan dilahirkan lebih cepat, baik dengan merangsang persalinan menggunakan prosedur induksi maupun dengan operasi caesar.

Setelah bayi lahir, penanganan hydrops fetalis dapat dilakukan dengan cara:

*Penyedotan cairan berlebih dari tubuh bayi menggunakan jarum.
*Pemberian obat diuretik untuk mengeluarkan cairan berlebih melalui urine.
*Pemberian oksigen atau pemasangan alat bantu pernapasan (ventilator) untuk membantu bayi     bernapas.

Transfusi darah yang sesuai dengan golongan darah bayi, pada hydrops fetalis imun.
Operasi untuk memperbaiki kelainan bawaan pada bayi, atau untuk mengangkat tumor.
Hydrops fetalis merupakan kondisi berbahaya yang bisa berakibat fatal pada bayi, baik yang masih di dalam kandungan maupun yang baru lahir. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan sebagai langkah pencegahan dan penanganan dini hydrops fetalis.

Fakta Cara Mengatasi Penglihatan Kabur saat Hamil

Tidak jarang ibu hamil (Bumil) mengeluhkan gangguan penglihatan. Salah satu gangguan penglihatan yang umum dialami saat hamil adalah penglihatan kabur. Tenang Bumil, penglihatan kabur bisa diredakan dengan beberapa cara di bawah ini.


Penglihatan kabur saat hamil biasanya disebabkan oleh adanya kelebihan cairan dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan kornea mata menjadi lebih tebal dan tekanan di dalam bola mata meningkat. Selain itu, penglihatan kabur saat hamil juga bisa disebabkan oleh mata kering, pusing saat hamil, perubahan hormon, hingga kondisi yang lebih serius, seperti kerusakan retina atau preeklamsia.

Fakta Cara Mengatasi Penglihatan Kabur saat Hamil

Cara Mengatasi Penglihatan Kabur pada Ibu Hamil
Penglihatan kabur saat hamil biasanya akan mereda dengan sendirinya sekitar enam minggu setelah melahirkan atau setelah selesai masa menyusui.

Meski demikian, ada beberapa cara yang dapat Bumil lakukan untuk membantu mengatasi rasa tidak nyaman akibat penglihatan kabur:

1. Pakai kacamata saat beraktivitas


Mengenakan kacamata saat beraktivitas akan membuat penglihatan Bumil menjadi lebih jelas dan melindungi mata Bumil dari cahaya yang terlalu terang. Pada ibu hamil yang sebelumnya menggunakan softens, sangat disarankan untuk menggantinya dengan kacamata.

2. Gunakan air mata buatan


Gunakan obat tetes air mata buatan (artificial tears) yang bisa dibeli bebas tanpa resep dokter untuk mengatasi penglihatan kabur karena mata kering. Namun, Bumil sebaiknya berkonsultasi ke dokter kandungan terlebih dahulu ya, karena tidak semua obat tetes mata yang dijual bebas aman digunakan oleh ibu hamil.

3. Rutin mengistirahatkan mata saat beraktivitas


Rutin mengistirahatkan mata juga bisa Bumil lakukan untuk mengatasi penglihatan kabur. Khususnya jika Bumil sehari-sehari melakukan aktivitas di depan TV, HP, komputer, atau laptop.

4. Kompres mata dengan air dingin


Selain memberikan kesegaran pada mata, mengompres mata dengan handuk bersih yang dicelupkan ke air es juga bermanfaat untuk mengatasi penglihatan kabur.

Dalam kebanyakan kasus, penglihatan kabur saat hamil bukanlah hal yang berbahaya. Namun, Bumil harus segera berkonsultasi ke dokter kandungan jika penglihatan kabur terjadi tiba-tiba, atau disertai dengan sakit kepala, sakit perut, bengkak-bengkak, atau terdapat titik-titik hitam pada penglihatan.

Hal tersebut kemungkinan menandakan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh preeklamsia, diabetes gestasional, atau kerusakan retina.

Selain melakukan pemeriksaan mata, dokter juga akan memeriksa kondisi kesehatan ibu hamil, serta kondisi kehamilan dan janin, untuk mencari tahu penyebab penglihatan kabur. Setelah penyebabnya diketahui, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai.

Stop Sembarangan Memberikan Bantal untuk Bayi, Yuk Ketahui Bahayanya

Bagi anak-anak dan orang dewasa, tidur menggunakan bantal adalah hal yang biasa dilakukan. Namun untuk bayi, bantal tidak selalu dibutuhkan loh, terutama bagi bayi yang baru lahir. Yuk, simak penjelasan selengkapnya.


Pastinya, banyak orang tua yang telah menyiapkan bantal untuk bayinya yang baru lahir. Tapi hati-hati, jangan terburu-buru memberikan bantal untuk bayi, terlebih jika penggunaannya bertujuan untuk menyempurnakan bentuk kepalanya.

Stop Sembarangan Memberikan Bantal untuk Bayi, Yuk Ketahui Bahayanya

Pasalnya, penggunaan bantal pada bayi di bawah usia satu tahun berisiko membahayakan nyawanya.

Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi
Pada dasarnya, bayi yang baru lahir tidak memerlukan bantal untuk tidur. Penggunaan bantal pada bayi yang baru lahir atau di bawah usia satu tahun justru akan meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS).

Hal ini dikarenakan penggunaan bantal dapat menutupi mulut dan hidung bayi saat ia tidur, sehingga ia menjadi susah bernapas.

Selain dikaitkan dengan SIDS, ada pula bahaya lain dari pengguaan bantal pada bayi, yaitu:

*Bantal dapat mengunci posisi kepala bayi dalam waktu yang lama
  Karena bayi masih lemah, ia belum bisa merubah posisi kepalanya. Hal ini menyebabkan area       kepala bayi yang tertutup bantal rentan mengalami kepanasan.
Isi bantal bisa membuat bayi tersedak
*Isi bantal yang keluar, meskipun hanya dalam jumlah sedikit, berpotensi masuk ke dalam mulut atau hidung bayi dan membuatnya tersedak.
*Bayi tersedak muntahannya sendiri
Jika menggunakan bantal berbentuk U, bayi akan kesulitan untuk membalik atau memutar kepalanya ke salah satu sisi ketika dia gumoh atau muntah. Kondisi ini berisiko membuat bayi tersedak oleh muntahannya sendiri.

Tidak Terlalu Dini Memberikan Bantal untuk Bayi
Agar Si Kecil tidak terkena SIDS, sebaiknya Bunda dan Ayah tidak memberikannya bantal saat ia tidur. Bayi yang masih sangat kecil belum bisa melakukan apa-apa, sehingga jika bantal menutupi wajahnya, dia tidak mampu menolong dirinya sendiri. Bunda dan Ayah bisa memberikan bantal untuk Si Kecil setelah usianya di atas 1 tahun.

Selain tidak memberikannya bantal, ada beberapa hal yang patut diperhatikan saat menidurkan bayi, yaitu:

*Tidurkan bayi dalam posisi telentang dan letakkan dia di kasur yang memiliki permukaan rata.
*Hindari memberi bayi pakaian dan selimut yang terlalu tebal.
*Tidurkan bayi di tempat tidur khusus bayi. Bayi tidak disarankan untuk tidur bersama orang lain,     baik itu dengan kakak maupun orangtuanya.
*Jangan menaruh berbagai benda, seperti, selimut, boneka, dan mainan, di dalam tempat tidur bayi.
*Jangan menidurkan bayi di kasur air, kasur udara, ataupun di sofa.
*Jangan membedong bayi terlalu kencang. Beri sedikit ruang agar dia masih bisa bergerak dan   leluasa bernapas.
*Jauhkan bayi dari paparan asap rokok.
Sebenarnya bayi berusia di bawah satu tahun tidak membutuhkan bantal untuk membuatnya nyaman atau membantu kepalanya menjadi bundar sempurna. Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan menggunakan bantal untuk bayi.Stop